Blog pribadi Sasha

 

Pesan Tersirat Buku Narasi Gurunda

2 komentar
pesan buku narasi gurunda


Assalamualaikum ;)

Bagaimana nih kabar sahabat bunda imut, semoga tetap sehat dan selalu dalam lindungan Allah SWT ya, Amin. Semoga tetap berada dalam keimanan yang sempurna, karena 

"Orang beriman itu setiap perkaranya indah, mau itu baik atau buruk" (Narasi Gurunda Hal:135)
Adalah salah satu dari beberapa kutipan indah yang ada dalam buku Narasi Gurunda, buku best seller yang di tulis oleh orang yang sangat istimewa, mbak Jihan Mawaddah.

Ya, mbak Jihan adalah penulis yang istimewa, selain kesibukan sehari-harinya adalah seorang Penyuluh Spesialis Narkoba di wilayah Kementrian Agama kota malang, yang lebih seringnya beliau ini bersinggungan dengan para pecandu, pengedar, dan sejenisnya. Kebanyakan dari mereka sedang menjalani rehabilitasi atau bahkan sedang menjalani masa hukuman di Lembaga Permasyarakatan.

Bergelut dengan mereka setiap hari membuat saya begitu antusias untuk belajar tentang kesehatan mental pada psikolog dan psikiater yang bertugas bersama dengan saya menangani mereka yang sedang menjalani rehabilitasi.

Oke, itulah sedikit ulasan profil penulis buku yang akan saya bahas pada artikel kali ini, kenapa sedikit? Ya karena saya mau membahas bukunya, bukan membahas narasinya mba Jihan, hehheheh.

Mengulas Pesan Tersirat Buku "Narasi Gurunda"

Judul Buku: Narasi Gurunda
Penulis: Jihan Mawaddah
Penerbit: Sanggar Baca Caraka
Harga: Rp 58.000

buku narasi gurunda


Buku ini adalah bentuk biografi ayahanda mbak Jihan yang dijadikan sebuah novel, diangkat dari kisah nyata ayahanda tercintanya mbak Jihan. Awalnya saya berfikir bahwa membaca buku ini akan "membosankan" tapi, membaca tulisan mbak Jihan ini malah sekali duduk selesai, nggak kerasa aja gitu tiba-tiba sudah habis. Kok cuma segini doang sih fikir saya waktu itu. Dan jika buku solo pertamanya mbak jihan ini saya dapat free atas perolehan point tertinggi dari event One Day One Post, Jika nanti ada lanjutan buku ini, saya pastikan akan membeli bukunya ya mbak. Biar tahu rasanya membeli karya mbak jihan, hehheheh.

Dengan gaya penulisan khas mbak Jihan, buku ini sangat mudah untuk dipahami, ceritanya ngalir dan saya merasakan ikut terhanyut dalam ceritanya. Membaca buku Narasi Gurunda ini seperti sedang melihat atau menonton sebuah film kehidupan yang sebenarnya. Melihat secara langsung dan banyak dari kita yang bahkan mengalami hal tersebut. Namun, sayang sekali kita selalu merasa menjadi manusia yang paling diuji, manusia yang menderita diantara manusia yang lain, ketika satu waktu kita berada pada titik terendah kehidupan. Padahal diluar sana ada puluhan, ratusan atau bahkan ribuan manusia lain yang mengalaminya lebih dari yang kita alami. Seperti arti dari surat Al-Ankabut ayat 1-10, yang juga tersemat dalam buku Narasi Gurunda berikut:

بسم الله الرحمن الرحيم

Alif laam miim

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu.

Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.

Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.

Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang-orang yang saleh.

Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami adalah besertamu". Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?
buku narasi gurunda



Buku yang sebagian besar isinya bercerita tentang Anak laki-laki yang lahir dari desa dan memiliki cita-cita yang tinggi, menceritakan bagaimana perjuangan yang dilakukan untuk meraih semua yang telah diimpikannya, meskipun dia berada dalamk ekonomi. Kondisi ekonomi yang kurang ini, tidak pernah membuatnya pesimis, dia tak akan membuat cita-cita yang telah diimpikannya hancur hanya karena dia tak beruntung masalah ekonomi keluarganya. Laki-laki bernama Taufiq ini semakin semangat dan bertekat untuk bisa membuktikan pada semuanya, terutama pada orang-orang yang telah mencibirnya dengan mewujudkan semua mimpi-mimpinya tersebut.

Kisah yang termuat dalam buku Narasi Gurunda ini, sangat patut dijadikan contoh dan tauladan untuk siapapun yang membacanya. Terlebih untuk para anak muda harus banget mencontoh tentang ilmu pengetahuan tentang pengasuhan kedua orangtua bapak Taufiq juga apa yang di ajarkan bapak Taufiq kepada anak-anaknya. Meskipun halaman buku ini tak setebal buku parenting di luar, namun sarat akan pembelajarannya sangat penuh dan

Kisah dari bapak Taufiq ini bisa dijadikan teladan bagi siapapun. Untuk para muda bisa dijadikan contoh bagaimana mereka harus mencapai setiap impiannya. Untuk para orang tua bisa ditauladani bagaimana ilmu pengasuhan orang tua bapak Taufiq dan pak Taufiq sendiri kepada anak-anaknya.⁣ Walaupun termasuk tipis halamannya tapi dalam buku ini banyak sekali mengandung pelajaran yang sangat berharga.

"Aku titipkan beberapa hal kepada anak-anak.
Pertama, Masjid kecil di salah satu sudut kota yang menjadi rumah kedua bagi kami.
Kedua, kesederhanaan yang harus selalu dijaga, karena kemewahan selalu membawa kita pada kelalaian...."

Pesan Yang Termuat Dalam Buku Narasi Gurunda

Dalam buku biografi ini, sosok bernama Taufik adalah sosok yang tangguh dan mandiri, beliau juga lebih mementingkan pendidikan daripada uang yang sifatnya adalah sementara dan pasti akan habis. Lebih mementingkan ilmu, karena ilmu akan selalu terukir, dan memang bagi Taufik menuntut ilmu itu hukumnya adalah wajib dan tanpa ada batasan usia.

Tertulis juga cerita bahwa karena keadaan ekonomi keluarganyalah yang akhirnya membuat Taufik kecil harus membantu ibundanya untuk berjualan kue di pasar. Kemdian, Taufik remaja menghabiskan waktunya hanya untuk belajar, dan waktu luangnya untuk membantu kedua orangtuanya. Jadi, sangat jarang sekali beliau menghabiskan waktunya hanya untuk bermain-main dan mengganti waktunya dengan melakukan hal yang bermanfaat baginya.

Ketika memasuki bangku kuliah Taufik harus pergi jauh dari keluarganya. Menjadi anak kost yang kadang memprihatinkan. Taufik harus pintar mengatur waktu dan mencari pekerjaan sampingan supaya dapat uang tambahan untuk membayar biaya kuliah dan untuk makan sehari – hari. Mencari tambahan penghasilan dengan menjadi guru les, dan menadi tenaga honorer di sebuah Madrasah Tsanawiyah atau Mts.

Yang tak bisa terlupa adalah, ketika Taufik hanya memegang uang beberapa ribu saja, ketika itu ibu kostnya sedang benar-benar membutuhkan uang dan berniat meminjam uang Taufik. Meskipun sebenarnya beliau juga sangat membutuhkan uang itu, namun atas ketulusan hatinya beliau merelakan uang terakhirnya untuk dipakai duu oleh ibu kostnya, karena Taufik berfikir, ibu kosnta tersebut lebih membutuhkan uangnya itu daripada dirinya. Masya Allah, sungguh apapun yang di lakukan Taufik dalam buku ini sepertinya harus banyak kita contoh. Hampir semua perilaku yang dicontohkan adalah baik, dan semoga kebaikan Taufik yang ditulis dalam buku ini mengalirkan manfaat juga untuk penulis dan juga untuk Bapak Taufik sendiri.

Pesan-pesan dari buku ini terdengar klasik namun sungguh sangat menyentuh untuk senantiasa menjaga shalat dan mengaji. selain itu banyak pula terdapat pesan tersirat yang terkandung dalam novel Narasi Gurunda ini, apa saja? Yuk simak selengkapnya dibawah ini:

  • Shalat Malam Dan Mengaji Adalah Wajib
  • Berhati Besar Sejak Kecil
  • Sangat Menghormati Dan Patuh Kepada Kedua OrangTua
  • Mementingkan Ilmu Lebih Dari Apapun
  • Rajin Menabung Untuk Menjadi Mandiri, Dan Tak Merepotkan Orangtuanya Perihal Finansial Ketika Kualiah
  • Yakin Bahwa Hanya Allahlah Sang Maha Kaya
  • Keimanan Yang Kuat Untuk Menghadapi Ujian Dari Allah SWT
  • Menjaga Hati Juga Pandangan Dari Hal-hal Yang Tidak Baik
  • Menyerahkan Semuanya Hanya Kepada Allah
  • Berusaha Bermanfaat Untuk Orang Lain Dan Menyebarka Kebaikan Lewat Dakwah

Jujur, kisah Taufik dalam buku ini sangat banyak menampar saya perihal rasa syukur yang masih banyak kurangnya. Membuat diri ini banyak berkaca, sudah melakukan kebaikan apa sampai detik ini?

Kisah dalam Narasi Gurunda ini ditulis mengalir seperti air. Setiap kalimat seolah membawa kita ke dalam imajinasi nyata dalam ruang waktu di masa itu. Terimakasih mbak jihan sudah menuliskan buku ini. Semoga siapapun yang membaca buku ini akan tertular juga keberkahan dari kisah Bapak Taufik.

Nah, sahabat Bunda Imut semoga ulasan singkat ini bisa bermanfaat untuk kita para orangtua agar bisa mendidik anak seperti yang dilakukan orang tua Taufik pada novel ini ya. Karena, buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kecuali buahnya jatuh dalam sungai yang airnya mengalir deras, hehhehehe. Oiya, untuk yang penasaran dan mau membaca secara langsung buku ini, silahkan bisa kontak mbak jihan ya. Terimakasih sudah membaca tulisan ini. 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Jurnal Bunda Imut
Hai, panggil saya sasha. Seorang pembelajar, ibu muda biasa yang suka sekali menulis, kesehariannya di sibukkan dengan Membersamai 2 putra dan 1 putrinya bermain, belajar dan bersenang-senang. Dengan pekerjaan sampingan sebagai Content writer dan Publisher, selain itu juga disambi dengan jualan online. Yuk, bersantai dan baca keseharian saya di sini. Enjoy !

Related Posts

2 komentar

  1. Wah mba sasha terimakasih banyaak yaa reviewnyaa. Mudah-mudahan bermanfaat mbaa. Aamiin

    BalasHapus
  2. Masya Allah..kisah hidup bapak Taufik begitu menginspirasi. Apalagi pesan yang ia berikan untuk anaknya. Memang, keluarga yg membentuk karakter anak.
    Terima kasih sudah berbagi Binds🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email