Blog pribadi Sasha

 

Ide Permainan Edukatif Untuk Anak 4 Tahun

Posting Komentar
Konten [Tampil]
Ide permainan edukatif untuk anak usia 4 tahun


Bermain memang merupakan bagian dari dunia anak-anak. Dengan bermain, anak-anak dapat melatih motorik kasar dan halus serta mengembangkan kreativitas, imajinasi, kemampuan bicara, bersosialisasi, memecahkan masalah, menambah kosakata baru, dan masih banyak lagi.

Walaupun anak usia 4 hingga 6 tahun sudah cukup mandiri untuk bermain dan memilih sendiri, penting bagi orang tua untuk menyediakan mainan edukasi yang mendukung perkembangan anak. Tak hanya menyenangkan, mainan edukasi pun mampu membuat anak menjadi semakin cerdas.

Untuk mengetahui lebih banyak seputar mainan edukasi anak, baca artikel sampai habis, ya. 

Hal yang Harus Diperhatikan Mengenai Mainan Edukasi Anak

Anda pasti sering mendengar golden age, yaitu periode 5 tahun pertama dalam kehidupan anak yang penting karena pada periode ini otak anak menyerap segala sesuatu dari lingkungannya dengan cepat. Selain makanan penunjang, mainan yang tepat juga penting untuk membantu mengembangkan kemampuan anak.

Pada usia 4 sampai 6 tahun, anak-anak sudah memasuki masa sekolah. Anda harus memastikan mainan edukasi yang Anda pilih akan membantu mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, dan kemampuan lainnya untuk menunjang kepercayaan diri anak di sekolah.

Di samping itu, Anda juga perlu mengajarkan anak untuk bertanggung jawab dengan mainannya. Dilansir dari Liputan6, Anda bisa meminta anak untuk tidak melempar mainan dan merapikannya setelah selesai bermain.

Cara Memilih Mainan Edukasi Anak untuk di Rumah

Tak perlu bingung dalam memilih mainan edukasi. Seperti yang dilansir dari Kompas, psikolog anak Febiana Pratomo, M.Psi membagikan tips untuk membantu Anda memilih mainan anak.

Sesuaikan mainan edukasi dengan usia anak. Anda bisa saja sering melihat keterangan usia di setiap mainan. Tujuannya supaya anak bisa menikmati permainan tersebut tanpa merasa kesulitan atau justru terlalu mudah dalam memainkannya, sehingga membuat anak cepat bosan.

Cek manfaat mainan edukasi untuk anak. Contohnya, pilih mainan edukasi seperti origami yang mendorong kreativitas anak. Walaupun sederhana, mainan edukasi yang tepat akan bermanfaat untuk membantu tumbuh kembang anak.

Anda bisa menyesuaikan mainan dengan hobi dan kesukaan anak. Namun, tak menutup kemungkinan, Anda juga bisa memperkenalkan anak dengan tema mainan edukasi yang baru agar anak terbiasa mencoba sesuatu yang lain.

Pilih mainan bersertifikasi dan terjamin keamanannya. Pastikan mainan edukasi anak-anak terbuat dari bahan yang aman.

Jenis Mainan Edukasi Anak untuk Usia 4, 5, dan 6 Tahun

Ada banyak jenis mainan edukasi, mulai dari kartu sederhana hingga mainan profesi. Untuk mempermudah Anda menentukan jenis mainan yang tepat untuk anak usia 4, 5 dan 6 tahun, inilah contoh mainan edukasi berdasarkan manfaat yang ingin Anda capai untuk buah hati tersayang.

1. Untuk melatih imajinasi dan kreativitas

Jika Anda ingin mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak, Anda bisa memilih mainan block, brick, dan sejenisnya. Anda bisa memberikan contoh dengan membuat bangunan gedung, benda, binatang, dan sebagainya dengan block dan brick.

Apabila ia tertarik dengan mainan mobil, Anda juga bisa membuat mobil sederhana dengan block atau brick. Karena pilihannya beragam, Anda bisa memillih block atau brick yang sudah dilengkapi dengan roda atau aksesori yang mendukung anak untuk membuat banyak benda.

2. Untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi

Permainan seperti flash card, kartu, dan board games efektif untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi anak. Dalam sekali main, permainan kartu atau board games akan menstimulasi kemampuan komunikasi, menambah perbendaharaan kata, mengasah kemampuan berpikir logis, dan mengatur strategi agar bisa memenangkan permainan. Menarik, bukan?

3. Untuk melatih logika

Anak usia sekolah sudah mulai mengenal ruang. Permainan seperti puzzle biasa hingga puzzle 3D bisa membantu meningkatkan kemampuannya dalam mengenal ruang dan mendorong anak untuk berpikir logis.

4. Untuk meningkatkan kemampuan mengenal angka dan huruf

Anda bisa memilih mainan edukasi berupa magnet huruf dan angka untuk membuat si kecil semakin pintar dalam huruf dan angka hingga membaca. Saat ia memasuki usia 6 tahun, Anda masih bisa menggunakan mainan edukasi dengan aneka warna ini untuk belajar berhitung.

5. Untuk melatih motorik halus

Tangan-tangan mungilnya perlu distimulasi dengan mainan edukasi, contohnya mainan alat jahit berupa papan jahit, modeling compound, pasir kinetik, dan slime. Kegiatan yang melatih motorik halus anak akan membantu memperkuat otot tangan yang berguna pula untuk melatih cara anak memegang pensil.

Anda bisa menyesuaikan permainan untuk membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi anak sesuai dengan keterangan usia yang tertera pada mainan edukasi.

Rekomendasi Mainan Edukasi Anak untuk di Rumah

1. Block

Imajinasi anak akan berkembang dengan baik jika ia terbiasa bermain block. Anda bisa memilih mega block atau lego yang menyenangkan untuk membentuk bangunan, binatang, mobil-mobilan, robot, dan pola lain yang menjadi kesukaan anak.

2. Puzzle

Kini puzzle memiliki banyak variasi, mulai dari puzzle standar hingga puzzle 3D dengan tingkat kerumitan yang beragam. Pilih gambar dan jumlah potongan puzzle yang sesuai dengan usia dan minat anak. Untuk usia 5 dan 6 tahun, Anda bisa memilih mainan edukasi puzzle rakit yang bisa dibuat bersama orang tua.

3. Stiker mosaik

Mainan sederhana dengan harga terjangkau ini efektif untuk membantu melatih motorik halus anak dan meningkatkan kemampuan anak dalam mengenal warna dan angka. Anak biasanya akan diminta menempelkan stiker kecil sesuai warna dan angka. Karena bentuknya simpel, mainan stiker mosaik cocok dibawa bepergian.

4. Bricks

Mainan edukasi bricks akan membantu melatih logika, kreativitas, imajinasi, dan tentu saja membuat koordinasi mata dan tangannya semakin baik. Anak akan tahan bermain lama dengan bricks ini karena setelah berhasil menyusun setiap bagiannya, Anda bisa menambahkan baterai yang membuat gear bergerak atau berputar.

5. Alat musik kayu

Salah satu mainan edukasi yang melatih jiwa seni anak adalah alat musik kolintang yang terbuat dari kayu atau plastik dengan warna pelangi. Anak bisa menciptakan nada-nada menyenangkan dengan menggunakan kulintang miliknya.

6. Peralatan dokter

Bermain profesi tentu saja baik untuk mengembangkan imajinasi, kemampuan komunikasi, pengenalan nama alat sesuai profesi, dan memperkenalkan anak kepada beragam profesi yang bisa ia jadikan pilihan di masa mendatang. Bermain dokter-dokteran dengan peralatan dokter lengkap bisa menjadi salah satu pilihan.

7. Busy book

Biasanya, di dalam busy book terdapat beberapa aktivitas yang membantu merangsang perkembangan motorik halus hingga pengenalan tentang warna, angka, bentuk dan keterampilan lainnya. Pilihlah busy book yang sesuai dengan usia anak Anda.

8. Magnet huruf dan angka

Kelihatannya sederhana, tapi mainan edukasi ini membantu anak belajar huruf, angka, berhitung dan membaca dengan cara menyenangkan.

9. DIY robot

Bila anak Anda memiliki hobi robotik, mainan edukasi berupa DIY (do-it-yourself) untuk membuat robot bisa mengembangkan kemampuan imajinasi dan merakitnya. Biasanya mainan ini dijual dalam bentuk satu paket dan dilengkapi buku petunjuk perakitan yang sederhana berdasarkan usia anak.

10. Wire game

Mainan edukasi ini melatih kesabaran dan motorik halus hingga membantu anak mengenal bentuk dan warna. Bagi anak usia 4 tahun ke atas, mainan ini efektif untuk melatih kecepatan berpikir dan memecahkan masalah. Pilihlah wire game dengan jumlah line yang sesuai dengan kemampuan anak.

Ingin membeli properti di kampung halaman Anda? Simak tips membeli properti menjelang Lebaran melalui video ini.

11. Basket mini

Anda bisa menyediakan basket mini yang lengkap dengan ring-nya untuk anak di rumah. Olahraga sederhana ini akan meningkatkan koordinasi otak, tangan, dan kaki, juga melatih keseimbangan tubuh, motorik kasar, dan melatih aspek sosial saat bermain bersama teman sebaya. Anak juga dapat mengenal konsep kalah dan menang, belajar menunggu giliran melempar bola, serta melatih sifat kompetitifnya.

12. Monopoli

Dalam satu permainan, anak akan belajar mengatasi kesulitan, memecahkan masalah, mengatur keuangan, berstrategi, meningkatkan interaksi sosial dengan teman atau keluarga, hingga mempelajari nama-nama negara. Tidak heran jika mainan monopoli menjadi favorit banyak keluarga.

Semoga bermanfaat, ya. 

 

Jurnal Bunda Imut
Hai, panggil saya sasha. Seorang pembelajar, ibu muda biasa yang suka sekali menulis, kesehariannya di sibukkan dengan Membersamai 2 putra dan 1 putrinya bermain, belajar dan bersenang-senang. Dengan pekerjaan sampingan sebagai Content writer dan Publisher, selain itu juga disambi dengan jualan online. Yuk, bersantai dan baca keseharian saya di sini. Enjoy !

Related Posts

Posting Komentar